pasca Ramadhan

Assalamualikum warahmatullah…

suara imam terdengar mengakhiri sholat subuh di pagi buta yang dingin. Segera ku palingkan wajah ke arah kanan sambil mengucap salam mengikuti gerakan imam, terlihat seorang di sampingku mengikuti gerakan serupa. Tembok yang telah lapuk serta kusen-kusen nya yang mulai rapuh karena usia bangunan surau ini yang tak lagi muda tersapu pandanganku saat ku palingkan wajah ku ke arah kiri menyempurnakan dua rokaat sholat subuhku. Begitu selesai entah aku merasakan ada sesuatu yang janggal,Tapi bangunan surau ini terlihat seperti biasa..,ah bukan ini yang membuat suasana terasa janggal. Ternyata lengangnya suasana ini yang membuat aku bertanya, Kemana gerangan orang-orang yang waktu ramadhan kemarin mengisi penuh deretan shaff ini ? apa mungkin kecapekan setelah seharian merayakan idul fitri dengan bersilaturahmi ke sanak saudara, prasangkaku, sambil berlalu meninggalkan surau ini, sesekali ku tengokkan kembali ke belakang, barangkali saja mereka datang terlambat.

keesokan pagi di tempat dan waktu yang sama dan dengan suasana yang sama pula yang menjadikan pertanyaan ini semakin mendesak menuntut jawaban. Apa sebenarnya yang terjadi ? padahal baru sehari Ramadhan berlalu, bukankah di bulan Ramadhan mereka begitu bersemangat meramaikan surau ini. Tapi ada yang membuat hati ini haru, adalah saat waktu shalat isya’  tiba, deretan shaff ini terisi penuh bahkan luber hingga pelataran surau ini di pakai untuk sholat, sayangnya ini hanya dalam bulan Ramadhan saja. Andaikata di luar Ramadhan masih tetap terjaga seperti ini, mungkin islam akan kokoh. kini yang menjadi pertanyaan “Mengapa bersemangat hanya di bulan Ramadhan saja…”

Allah SWT memuliakan Ramadhan di antara bulan-bulan lainya. karena bulan ini adalah bulan yang penuh kemuliaan, ampunan serta bulan yang penuh keberkahan. Di bulan ini Allah SWT memerintahkan kita untuk berpuasa satu bulan penuh sebagai tanda syukur kepada-Nya atas nikmat yang telah di berikan salah satunya turunya Al-qur’an yang membawa hidayah serta petunjuk bagi seluruh manusia. Di bulan ramadhan kaum muslimin juga telah di berikan kemenangan besar pada perang badar, juga bulan yang Allah pilih yang di dalamnya ada satu malam yang sangat tinggi nilainya yaitu malam al qadar. Inilah bulan kebajigan, yang hendaknya kita menjadikan bulan ini sebagai ladang amal kita untuk bercocok tanam yang akan kita tuai di akhirat kelak. Sebulan penuh kita di tempa dengan menahan rasa haus dan lapar, menahan diri dari hawa nafsu, menjaga hati ini agar terbebas dari berbagai penyaikit hati. Tentunya agar pahala puasa kita tidak menguap sia-sia. Tapi apakah sesudah Ramadhan berlalu semuanya ikut berlalu…. ?
Mudah-mudahan kita tidak  menjadi orang yang sangat sibuk beribadah hanya di bulan Ramadhan saja, setelah bulan itu berlalu kita tak mengalami perubahan hidup menjadi lebih bertakwa. Ramadhan belum begitu jauh meninggalkan kita, walau pun tersisa sedikit semangat kita, mari kita jadikan Bulan Ramadahan sebagai momentum yang tepat untuk berbenah atau bermuhasabah agar tetap atau menjadi lebih bertakwa selepas peninggalan bulan yang agung ini dan semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita, amiinn…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: