Comal, Pemalang Jawa Tengah
15 km. kearah barat dari kota Pekalongan terdapat sebuah kecamatan dimana kecamatan tersebut masuk dalam wilayah kabupaten pemalang yang berbatasan dengan kabupaten Pekalongan. Jika di tempuh dari Pekalongan dengan menggunakan angkutan umum kurang lebih memakan waktu sekitar 30 menit. Kecamatan Comal namanya,terletak di jalur pantura yang menghubungkan jalan Jakarta- Semarang.
jembatan penghubung Semarang – Jakarta
peron stasiun comal
Mengenai sejarah awal mula mengapa dinamakan Comal, saya kurang mengetahui pasti, lantas apakah ada hubunganya dengan kota Comal di Texas u.s.a ?, yang jelas seperti di tuturkan oleh para tetua desa, dari dahulu memang sudah bernama comal. Meski ada cerita yang berkembang bahwa dahulu kala ada seorang saudagar kaya yang konon bernama comal, maka untuk memudahkan penyebutan daerah sini di masa itu, orang-orang terbiasa menyebutnya dengan panggilan saudagar kaya tersebut yaitu “ comal”.
Klenteng TIN AN BIO Comal
Meski masuk dalam wilayah kab. Pemalang karena letaknya yang berbatasan dengan kab. Pekalongan, secara kultural menjadikan dialeg percakapan yang di pakai sehari-hari mengikuti dialeg Pekalongan. Tidak seperti yang kebanyakan dipakai oleh sebagian besar penduduk di wilayah kab. Pemalang yang memakai dialeg jawa dengan logat Tegal atau istilah sini nya “ngapak”. Di kecamatan comal ada 17 desa dan satu kelurahan yang rata-rata tiap desanya masih memiliki Lahan persawahan yang masih luas, sehingga banyak yang berprofesi sebagai petani. para wirausahawan juga banyak membuka usahanya di daerah ini sehingga banyak tenaga kerja di lingkungan sekitar terserap. Sebagai contoh dusun serdadi di kelurahan purwoharjo yg merupakan sentra usaha konveksi pakaian jadi, pabrik tahu/tempe di desa kauman, pengrajin kulit ular di desa sarwodadi atau pabrik krupuk dan aneka macam kripik di desa pecangakan.Selain profesi buruh dan petani yg kebanyakan di geluti masyarakat comal, tak sedikit pula yang bekerja di beberapa instansi.
stasiun comal
Ketika kaki saya kembali menyusuri jalanan di comal dalam hati saya berujar, ternyata comal tak sehening dulu. Banyak yang berbeda ketika saya melihat 20 tahun silam. Ya comal sudah mulai tumbuh dan menggeliat. Mudahnya akses untuk keluar masuk wilayah ini serta letaknya yang strategis menjadikan comal lebih mudah berkembang dari pada kecamatan lain di kab. pemalang. Untuk perekonomian terpusat di daerah pasar comal dan sepanjang jl.jend. A.yani, di situ merupakan daerah yang banyak di lirik pemilik usaha, karena letaknya yang menjanjikan untuk berinfestasi, baik dari skala pengusaha besar sampai pengusha mikro. Di sepanjang jl A. Yani berjejer bermacam usaha dari mulai pertokoan yang menjual alat2 perkantoran dan berbagai macam kebutuhan, warnet, bank, juga berdiri beberapa sekolah diantaranya SMU N 1 COMAL, SMP N 2 COMAL dan SMP N 1 COMAL. Berbeda dengan jalan jend. A Yani, di jalan gatot subroto daerahnya kurang begitu ramai karena di blok sini kebanyakan hanya toko-toko mebel furniture, beberapa bengkel motor dan toko kelontong. Daerah sini biasa di kenal dengan “kampung arab”karena banyak tinggal keluarga berwajah timur tengah di sepanjang jalan ini. Sementara di sepanjang jl.jend. Sudirman atau jalan utama pantura, adalah daerah pecinan, Di sinilah saya di lahirkan dan juga di besarkan oleh orang tua saya. Kenangan masa kecil dan masa remaja yang mengharu biru menjadikan tanah kelahiran ini sangat mempunyai arti tersendiri dan menjadi sebuah magnet kerinduan di saat saya melang-lang jauh.
Makanan khas daerah sini yang sangat cocok untuk oleh-oleh salah satunya adalah kue apem. Nah jika anda singgah di comal, dan ingin makan atau pun sekedar bersantai menikmati minuman bersama keluarga, anda saya sarankan mencoba tempat yang satu ini yaitu “kebun bambu”, tempat makan Yang bersebelahan dengan rumah makan prima. Meski satu komplek dan satu pemilik, namun setingan kedua tempat tersebut memang sengaja di buat berbeda. Rumah makan prima khusus menyajikan menu-menu seafood dengan desain rumah makan pada umumnya, sementara Kebun bambu adalah tempat makan bernuansa natural yang menyajikan berbagai macam menu. Begitu anda masuk kebun bambu para witers akan mengantar anda memilih saung-saung yang tertata artistik dengan nuansa alam. Meski rasa dari masakan yang di suguhkan menurut saya biasa-biasa saja, tapi itu tak jadi soal karena tergantikan suasana yg di suguhkan. jika anda ingin mencoba mencicipi makanan tradisional khas comal ada tempat yg jadi rujukan seperti “wr. mak isah ” di dsn. balutan kelurahan purwoharjo,” wr. Kiwil” atau “wr. Manisah”. Jangan takut bermalam hari di comal, buang bayangan anda jika bermalam hari di sini sini gelap,sunyi dan hanya terdengar desingan jangkrik dan binatang malam, Suasana malam hari di sini tak begitu sepi. Banyak warung-warung kaki lima menyajikan aneka macam kuliner yang rasanya tak kalah dengan masakan buatan resto, mulai dari pecel lele, nasi goreng, lesehan megono, nasi tahu, wedang bajigur dan masih banyak lagi. Warung-warung ini bisa anda temui di kompleks pasar comal.
kompleks pasar comal
Ada tempat pilihan saya untuk menghabiskan malam, dimana tempat tersebut bisa melepas penat saya setelah di penuhi oleh berbagai rutinitas seharian. Rasa penat itu seakan sirna saat segelas jahe susu dan sepiring gorengan tempe mendoan panas di hidangkan mang tatang. Di warung angkringan ini ku habiskan sedikit waktuku hanya untuk sekedar menikmati hidangan dan suguhan suasana malamnya yang menurut saya sangat pas. Tak hanya jahe susu dan mendoan, kopi, bajigur teh hangat, mie rebus pun siap di layani jika anda bertandang ke sini. Tempatnya yang terletak di sebelah utara lampu merah perempatan blandong comal membuat suasananya eksentrik dan unik. Dari obrolan politik sampai anak-anak muda yang curhat tentang pasanganya terdengar menggelitik telinga saat sruputan jahe ini melaju pelan.Di warung angkringan ini dari mulai tukang becak, anak band, mahasiswa,guru terlihat santai menikmati. khusus di malam minggu ada suguhan live music gratis dari musisi-musisi comal. Lalu lalang kendaraan dan dengungan klakson serta ritme lampu traffic light yang wananya itu-itu saja seakan ingin meramaikan malam hari di tempat kecil ini.
masjid an nur comal











September 4, 2010 pada 03:38
COMAL… Tanah tumpah darahku!!!!
September 4, 2010 pada 05:29
huhuhuuu….
q smakin kangen sm kampungku ini…
tp tinggal bersabar sedikit lg, gk krg dr seminggu q kan sampai dinegeri impian…
i’m coming comallll..
September 4, 2010 pada 06:34
desaku tercinta
nan elok rupanya
1001 kota tlah kulewati
namun niat tuk kembali
masihmelekat dihati
September 4, 2010 pada 11:59
jadi kangen suasana jalan ahmad yani yang teduh dengan pohon-pohon cukup besar di kanan dan kiri jalan, namun saat ini semua itu telah sirna dengan adanya pelebaran jalan ahmad yani yang terpaksa harus menghilangkan pohon-pohon itu. semoga kelak suatu saat nanti jalan ahmad yani -yang termasuk salah satu jalan utama di kecamatan comal- bisa kembali menghadirkan suasana yang teduh dengan pohon-pohon yang bisa ditanam di median jalan tersebut. s e m o g a . . . . .
Desember 3, 2012 pada 13:39
hi is betul tu ape kata awak saye jg rindukan pemalangku
September 6, 2010 pada 07:51
wah…selamat datang blogger satu kampung…terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya….salam kenal…sampai berjumpa di kota comal…hehehehe
September 14, 2010 pada 03:36
I lv Comal
September 15, 2010 pada 04:44
comal kota yg gag bisa di harapkan….
Juli 14, 2011 pada 13:18
hahhaha…..
jangan galau atuh om
September 16, 2010 pada 04:58
ahhhhh,pengen geburan nenk kali comal,,,,koyo mbiyen,,,,mancing,,,
poko’e wong ndeso ae,,,ra koyo saiki senk soyo semrawut
September 16, 2010 pada 04:59
ahhhhh,pengen geburan nenk kali comal,,,,koyo mbiyen,,,,mancing,,,
poko’e wong ndeso ae,,,ra koyo saiki senk soyo semrawut………….
Oktober 25, 2011 pada 04:35
podo bae koyo aku……he…he…he….kolam renange aku kang…………../?
September 20, 2010 pada 14:58
owh,,baru tau klo comal itu termasuk kab. pemalang.. kirain masuk pekalongan….
September 24, 2010 pada 09:40
trus klo ingin bermalam di comal dmn?g ada hotel….jd blom siip….
September 24, 2010 pada 10:00
nunggu pengembang om….
Oktober 25, 2011 pada 04:37
nunggu aq jadi konglomerat tp syngny skrg msih jd kolongny orang melarat………
Desember 23, 2012 pada 03:10
akeh boll….HOTEL AMBO KOMPLEX
September 24, 2010 pada 17:30
wah wah wah… saudaraku yang budiman, lame tak jumpe skg dah jdi blogger pula kau.. aku skg meninggalkan kota comal nak pergi ke malaysie tuk nyari harte karun bantuin ipin-upin.. baek-baeklah kau rawat kota kite, biar awak nak cepet2 plang kampoang ni..
Desember 3, 2012 pada 13:36
hi ipin u male ne mane saye d legoland johor cr harte karun sambil melancong ok best azis
September 25, 2010 pada 21:29
uedan……………….
comal,kangen pengen mulih.mampir di pasar comal mborong apem kang mas mbak yu
September 26, 2010 pada 13:10
q bkn asli anak comal..q nak jakarta..py q kturunan sana jg…mama – papa dr sana…
hehehehe
di comal ada t4 wisata apa ja???
Desember 16, 2010 pada 10:20
akeah arep njaluk opo neng kono kabeh .
nek ora ngerti jowo :
” banyak mau minta apa ..”dari pasar comal sampe kali comal pun ada
Mei 12, 2011 pada 16:11
klo tmpt wisata yg resmi gk ada, adanya tmpt2 buat hangout..
Oktober 20, 2010 pada 14:48
hai jadi kangen ama kampung ni ,nggak sabar mau balik gimana kabar anak2 di konfeksi agus salim di dusun serdadi salam semua aja k
Oktober 21, 2010 pada 08:50
hu kota tempat q lahir besar ,,,,,,kini hanyalah
kota dengan kebisingan kota yang tak seperti dulu..???
November 25, 2010 pada 12:54
comal kyu yang sekarang bukan ,comal kyu yang dulu………
semakin sumpek ajjaH..!
Desember 16, 2010 pada 10:16
comal tempat tinggal ku tepatnya di balutan ” texaz ” .
walau kini ku ada dan berdiri di kota orang tapi balutan tetap takkn ku lupa .
disanalah aku lahir bocah dan sampe dewasa , dan aku takkn pernah ijinkan ada yang meremehkannya ,
balutan kampung halamanku , aku rindu .
Desember 16, 2010 pada 10:18
balutan is my country ..
Desember 24, 2010 pada 13:09
kang pacul kreatif ya?? hehehe…foto2 apem ko ra ono bro??
Desember 24, 2010 pada 14:20
Comal memang kota kecil tapi disana ada banyak keistimewaan
Desember 29, 2010 pada 11:35
alah uara apik ahhhhh
Januari 13, 2011 pada 13:22
jd kngen neh ma kampung…….
Januari 13, 2011 pada 13:25
KAMPUNG COML 5H…..NGEBOZENXE……..,,,.???
Januari 16, 2011 pada 16:02
comal tempate goleki cewek-cewek ayu. aku kangen tenan
Januari 16, 2011 pada 16:05
mbiyen cilik aku seneng dolan nang pasar comal ndelok bakul obat main sulap terus dolan video game nang samping bioskop.
Januari 20, 2011 pada 06:44
Comal tempat kelahiranku, tempat nenek moyangku disana…..kota kecil yang sangat ngangeni apabila aku jauh…di rantau.
Januari 25, 2011 pada 06:32
COMAL KECAMATANKU..,COMAL is the best
Februari 21, 2011 pada 14:58
menurut yang saya ketahui, comal itu berasal dari kata COMersil ALkohol, karena dulu disudut kota comal pernah berdiri pabrik spirtus terbesar se asia tenggara, sekarang tinggal puing2 dan akan berubah jadi ruko atau comal residence.
Maret 12, 2011 pada 05:14
comal masa tua hidupku kelak…
Maret 25, 2011 pada 19:50
Suka banget ma blog ni, tentang sejarah nama comal pengin saya bikin tulisan tentang itu tar kalo da jadi bisa baca di blog, thank berat buat semua yang nulis tentang comal, karena comal kota yang sangat tua dan penuh misteri
Mei 12, 2011 pada 16:05
setuju boss..
April 8, 2011 pada 16:43
[quote]adanya kuburan Syech Maulana
Maghribi di Kawedanan
Comal ?????
dapat sumber dari mana mas?
[/quote]
makasih kang samsul dah mampir.
Manteb tenan post bertema comal…
O ya ma’afe mas, pertanya’an sampean nang blogku “iku sumbere kadi wikiped” mas.
Mei 29, 2011 pada 14:22
disini..aku mencari jati diri…sebagai anak kampung .
susah senang aku jalani…di pasar comal….
Juni 22, 2011 pada 08:03
Istri Aq petarukan tp deket comal ya bro…??? jendral sutanto cuy org COMAL ,,,singkatan Cowok Pemalang…..ok deh bro succes….
Juli 24, 2011 pada 03:37
comal = comersil alkohol, disini dulu pusat penghasil alkohol terbesar seasia tenggara.
Juli 24, 2011 pada 03:41
COMAL = SING ECHO NGGO AMAL
Juli 24, 2011 pada 03:46
comal kota indah penuh kenangan
Juli 24, 2011 pada 05:15
Comal..? Nama yg aneh.? Terdengar menjijikkan.. Mgkin nama comal brasal dr kata “kumal” krn dlu byak gembelnya… Xixixixi
Agustus 16, 2011 pada 19:04
jd kangen ma COMAL. . .
Agustus 17, 2011 pada 05:49
Dear All,
Salam kenal aku wanja, lahir di pemalang tapi besar di rain city (kota hujan Bogor) aku pengen tahu lebih banyak nie tentang comal, tasik rejo de el el. info tempat wisata dan kulinernya yachhh….
aku tunggu……..
Agustus 11, 2012 pada 16:08
tasikrejo, samong, kaliprau, bumirejo
Agustus 25, 2011 pada 03:43
Keluarga kami pengen napak tilas menyambung silaturahmi dengan kakek dan nenek yang berada di comal, tapi karena aku merupakan cucu dari si mbah, jadi semuanya serba nggak tahu.
Keluarg si Mbah dulu di Comal, mabah Surip, Mbah Tirto, dan masih banyak lagi…ada Mas Sudarno yang waktu itu ikut sama aku ke Jakarta tapi sekarang entah dimana…..
September 8, 2011 pada 14:37
Assalamualaikum wr, wb,
Saya merasa sangat amat berterima kasih ternyata masih ada yang peduli terhadap Comal, tadinya saya berpikir susah amat mau menjalin silaturahmi dengan sesama orang Comal. Kakek saya dulu tinggal di Comal, namun sesuai tuntutan pekerjaan beliau harus berhijrah ke Bandung. Kakek tinggal di Cibunut, atau lebih dikenal dengan nama Baranang Siang, belakang toko Yogya.Kakek mempunyai anak keturunan yang tidak mau meninggalkan Comal, kami memanggilnya dengan mbah Tirto, (beliau Tuna Netra), mbah Surip seorang perempuan yang tangguh, mbah Kaeran, atau mbah Klemet, dan mbah Sul. Konon Mbah Klemet pernah memangku jabatan sebagai Lurah, atau KADES namun entah dimana. Anaknya Mas Darno atau Sudarno pernah sekira tahun 1975 pernah tinggal bersama kami sewaktu di Tebet Jakarta, namun kini entah kemana. Yang saya ingin share dengan teman2 sekalian adalah keinginan saya untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang telah lama putus…….mungkin diantara warga Comal ada yang mengetahui keberadaannya..diperkirakan mereka Kakek saya sudah tiada…dan mungkin merek generasi pertama orang Comal…kalo ada yang tahu mohon untuk membalas, alamat email saya sertakan…terima kasih
September 9, 2011 pada 01:39
Sudah 2 kali saya posting disini, rupanya administrator tidak mengijinkannya untuk diterbitkan, padahal mungkin penting bagi saya, heran juga mengapa harus seperti itu,
September 9, 2011 pada 01:45
Tanggal 01 September 2011, saya mencari alamat yang sudah saya kirimkan ke salah satu desa dan ketemu dengan Sek Desnya Bpk Zaenal, dia begitu ramah menerima kami karena dari keakraban inilah datangnya silaturahmi, saya kira anda juga
September 10, 2011 pada 00:47
Terima kasih Pucuk Cemara, masih banyak konon yang perlu di ekpoe dari keberadaan Comal, tempat ini mulai bangkit dari kesepiannya untuk menyamai mereka yang telah terlebih dahulu bergerak untuk kepentingan masyarakat setempat, semoga situs ini lebih banyak memberikan tempat untuk mereka yang ingin terutama mengenal Comal lebih dekat, tolong dimuat dimana kita harus tinggal ketika kita melawat ke Comal, penginapan atau sejenisnya yang memadai untuk sekedar melepas lelah, tanggal 1 September saya telah kesana hanay sayang perangkat Desa masih libur lebaran jadi terpaksa kami kerumah masing2 SekDesnya salah seorang dari mereka adalah Bpk Zaenal yang sangat ramah menerima kami walaupun masih libur…semoga situs ini bermanfaat dan saya akan terus kesana untuk mencari tahu…it is hard, but it will never end….
November 11, 2012 pada 00:35
Waalaikumsalam Wr.Wb.
Kakeknya tingal d iComal di Desa apa ya mba’ ? mungkin bisa membantu…
September 11, 2011 pada 11:15
ra iso comment opo2.. cuma kangen ga tau muleh..i like this!
September 18, 2011 pada 09:59
Comal – Pemalang…
Sebuah desa yg mengusik diri saya & keluarga akhir2 ini…
Dulu Mbah Buyut ‘kami’ tinggal disana, begitupun keturunan2nya (al Mbah Khaeran yg sempat menjadi Lurah di sekitar kali Comal sekitar thn 1940/1950-an). Skr kami kehilangan ‘kontak’. Menurut cerita dulu mbah buyut kami dimakamkan di sekitar kali comal juga dimana terdapat batu besar yg sering didatangi orang untuk ziarah. “Mbah Gentong Lontong Sabrang Barang” julukan buyut kami. Adakah pembaca yg lebih tahu/bisa memberi info dimana letak/nama desa tsb. Tks
September 30, 2011 pada 07:05
Maaf ada yang tahu dimana desa Blandong di Comal, seandainya kami masuk dari arah Pantura kurang lebih masih jauh nggak ya…mohon ada teman yang bisa kasih infonya
Mei 25, 2012 pada 08:22
tdk ada desa blandong neng,. itu ikut desa purwoharjo,blandong itu nama pertigaan jalan
Oktober 9, 2011 pada 08:57
jadi pingin posting kampung halamanku nie…,biar lebih dikenal…..Comal,terkenal dengan wisata kulinernya Sego Megono.
November 25, 2011 pada 11:02
Comal Mantaaap…. jadikan kota Comal kota yang Indah, sejuk dan damai, dan bangun terus Kota comal dari generasi muda yang produktif…….
Desember 6, 2011 pada 12:35
telah tenggelam seorang warga desa kebojongan comal pemalang pada tanggal 5.12.2011 di kali kandang – kebojongan .,(kali Comal)
konon katanya nyawanya telah di renggut oleh penunggu kali comal.,sampai sekarang ini jenazah almarhum belum juga di temukan.,mohon do’a para warga seluruh comal yang ada di perantauan seluruh indonesia, demi ketenangan arwah beliau di sana, terimakasih.
Januari 10, 2012 pada 12:48
mudah-mudahan cepet ketemu dan kalau ga ketemu mudah-mudahan arwahnya biar tenang. amiiin…
Januari 19, 2012 pada 03:36
Comal kota kelahiranku tingkatkan SDM dan Infrastruktur yang signifikan…smoga*_
Januari 19, 2012 pada 10:12
Tolong cantumkan hotel yang ada di blandong dekat smp 1 comal. untuk panduan jika ingin menginap.
Januari 28, 2012 pada 04:57
ayo sama2 kembangkan comal
Januari 29, 2012 pada 09:56
soemitros@yahoo.com, susukan comal pemalang………..
Februari 26, 2012 pada 18:45
Comal, ibarat sebuah mangkuk kramik kumel lusuh tapi multi fungsi,sebuah mangkuk yang digunakan untuk tempat nasi,sayur sambal,gorengan, akan tetapi pengguna lupa untuk mengelapnya hingga tampak kumel,lusuh dan tidak bersinar.Mungkin juga faktor ekonomi masyarakat yang terbelakang.Mereka tersita seharian dengan menjahit,memanggul,menebang kayu,menjala ikan, sehingga pasrah akan seperti apa kedepan dirinya dan kotanya.
Kini saatnya generasi muda yang bersih-bersih mengisi pembangunan agar manguk keramik labih bersinar lagi.(Chaliri Ch,Balutan Comal,Karikatusir Harian Umum Suara Karya)
Maret 2, 2012 pada 06:32
Bali ndeso mbangun deso……ojo bali ndeso yen nelongso.
Maret 24, 2012 pada 15:33
Comal skrng bukanlah disebut kecamatan lagi, comal adalah Kota Niaga sebab Pembangunan di comal sangat cepat…. buktinya skrng msh di bangun perumahan pertokoan dengan sebutan “grand residence comal” di lahan bekas pabrik sepritus.
April 24, 2012 pada 19:36
Dulu comal begitu asri jalan A.Yani banyak pohon jd peneduh jalan. Sekarang seiring berjalannya waktu berubah jadi kota yg semakin maju dan ramai. kemanapun daku pergi ke comal lah daku kan kembali.
April 26, 2012 pada 07:55
monggo” poro sedulor mampir reng comal,arep golek opo ae ono nang pasar comal…..
Mei 11, 2012 pada 19:44
KATA PENGANTARNYA SEJARAH , TAPI MENGAPA FOTONYA KEBANYAKAN BANGUNAN BARU GAN
Juni 13, 2012 pada 10:52
_Aku yaqin Comal akan lbih maju dari Sragi……
Juli 14, 2012 pada 21:34
comal is the best city
Juli 18, 2012 pada 12:09
Aku inggin pulang, dah 3 bln aku blm plg aku kangen sego megono dpn kecamatan comal.
Agustus 7, 2012 pada 06:12
Kangen …nasi Tahu…kangen mancing di kali comal….
comal kota dimana aku dibesarkan.SDN 01 purwoharjo..SMPN negri 2..SMA PGRI 02..dimana aku sekolah….
Namun aku malu pulang kampung…karena aku gagal dalam berbisnis di Jakarta…sudah 6 tahun..Tapi aku akan tetep berjuang…semoga di kerjaan yang baru ini aku akan mengharumkan nama Kota comal..
Smoga masalahku cepet selesai…smoga aku bisa balik mengunjungi kota tercintaku ini….
No places like in Comal city…:)
Agustus 7, 2012 pada 06:52
Ada juga yang mengatakan Comal dg kata Sungai yang Keruh…Ciomai..dari bahasa sangsekerta…bukn siomai….Btw yang mau kenal dg saya silahkan kontek akun FB saya…m_deddy_santoso@yahoo.com
Agustus 15, 2012 pada 15:52
Sego megono ngarep kecamatan larang
November 8, 2012 pada 10:16
Comal Dimana aku dilahirkan dan dibesarkan..kta yang penuh kenangan manis dan pait…Kreta abi yang ngangkut tebu ke sragi dan pabrik spirtus…mancing di kali comal..nongkrong di comal teathre…minum bajigur…makan nasi tahu…bersama teman2 lamaku..sekarang aku jauh di ibu kota…:)
November 11, 2012 pada 15:06
Bajigur manyir….,teh poci pak Wa’an gitu..?
November 11, 2012 pada 00:25
Comal tak kan pernah kulupakan…..aku lahir di Balutan,alhamdulillah setahn sekali pulang kampung bersama keluarga.Anak2 walau sudah pada remaja suka sekali main ke Stasiun KA Comal hingga larut malam..
November 14, 2012 pada 10:39
comal sing eco nggo amal
Desember 23, 2012 pada 03:16
YANG PNGEN KELILING COMAL DPT HUB
08156939950
Desember 24, 2012 pada 12:59
jadi kangen. sudah 7 tahu saya ga pernah pulang kampung. Kampung saya di beji wetan kali layangan. Di situlah saya di lahirkan.
Januari 1, 2013 pada 23:42
Comal masih endonesa?
Indonesia bagian dari comal
Februari 2, 2013 pada 06:44
tanah kelahiran q,,,,,,,,,kangen comal
Februari 11, 2013 pada 16:34
aq dewe wong comal,tapi eneng koncoku cah tegal seng komong koyo ngene,singkatan dari kta comal, comal seng eco kanggo amal
Februari 12, 2013 pada 09:38
comal akan menjadi sebuah kota yang damai disuatu saat. karena orang-orangnya baik hati dan tidak sombong
hehe
Maret 7, 2013 pada 14:18
comal kota niaga…ak orang demak istriku pekalongan…sudah hampir 2tahun ini aku buka usaha di comal dengan buka warung soto tauto alkhamdulillah omsetnya bagus…mudah mudahan ak bisa tinggal di comal ..grand comal residen rumah impianku…
Maret 16, 2013 pada 13:21
yen mampir ning Comal ojo lali,,sambangi warung botok “mbah isah” akeh sing ngomong botok setan,…tapi top mar kotob,gud mar soo gud
April 11, 2013 pada 02:35
Smoga comal mdatang bsa jadi kota yang sukses dan makmur..aminn
ayo generasi muda comal..
Kembangkan comal agar kota kita mjd kota yg maju..
April 9, 2013 pada 14:08
hehehehe…………
dadi kimutan skitar thn 2002 waktu smp.. dikejar2 guru waktu neng game dingdong samping bioskop comal,hahaha distrap inyonge.,
salam cah2 smp1comal..
hahahaha